Esports

ONIC dan Alter Ego Tumpuan Besar Indonesia di M7

Alter Ego dan ONIC Esports akan memulai M7 World Championship Sumber:Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id
Alter Ego dan ONIC Esports akan memulai M7 World Championship Sumber:Grafis: Kevin Bagus Prinusa/Skor.id

SKOR.id - Sebagai salah satu region dengan jumlah pemain Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terbanyak dan punya komunitas yang dikenal paling antusias dan bersemangat di dunia, tidak heran jika harapan menjadi juara dunia akan selalu muncul di setiap gelaran M-Series.

Apalagi di M7 World Championship, status Tanah Air sebagai tuan rumah membuat ekspektasi ini semakin membumbung tinggi dari sebelumnya.

Sejak pertama kali esports MLBB dihadirkan, Indonesia menjadi salah satu kiblat perkembangan game MOBA mobile ini di dunia. Tak hanya karena memiliki banyak player berkualitas papan atas yang bersaing di dalam negeri, antusiasme luar biasa dari penggemar pada setiap turnamen besar pun begitu terasa.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Namun, situasi ini tidak berbanding lurus dengan prestasi setiap tim/pemain di turnamen internasional, baik yang resmi maupun dari pihak ketiga. Hal ini bisa terlihat dari gelara internasional resmi pertama dari MOONTON Games yang dihadirkan, yaitu Mobile Legends Southeast Asia (MSC) yang pertama kali bergulir pada 2017, di mana wakil Indonesia baru berhasil meraih gelar juara pada edisi 2019 berkat dominasi penuh ONIC Esports saat itu.

Sementara di ajang M1 World Championship alias M-Series edisi pertama yag juga digelar pada 2019, Indonesia langsung menunjukkan dominasinya dengan menghadirkan All Indonesian Finals antara EVOS Legends vs RRQ Hoshi di partai puncak, di mana EVOS berhasil menjadi juara dunia pertama secara dramatis dengan skor 4-3 atas rivalnya tersebut. Namun setelah itu, wakil-wakil dari Filipina menguasai gelar juara untuk lima edisi berikutnya secara berturut-turut.

Kini menghadapi M7 World Championship yang akan digelar di Jakarta pada 3-25 Januari 2026, ONIC Esports dan Alter Ego menjadi tumpuan dari harapan komunitas MLBB untuk bisa menghentikan dominasi Filipina dan mengantisipasi kebangitan beberapa region lainnya demi memulangkan kembali piala ke Tanah Air. Di atas kertas, ONIC dan AE pun punya kualitas untuk melakukannya, meski harus tetap diiringi dengan usaha dan kerja keras demi bisa mewujudkannya.

ONIC dan Alter Ego akan berjuang mengharumkan nama Indonesia di M7 melalui dua jalan yang berbeda. Hal ini juga bisa menjadi hal yang inspiratif bagi penggemar MLBB demi satu tujuan yang sama: memulangkan kembali piala ke Tanah Air.

ONIC sebagai simbol dominasi dan konsistensi

Sebagai juara MPL ID Season 16, sangat wajar jika ONIC menjadi tim yang sangat diharapkan untuk bisa membanggakan Indonesia di M7. Terlebih lagi jika kita melihat tim ini dari segi materi pemain secara individu dan juga kualitas permainan sebagai sebuah tim yang dipercaya sebagai salah satu yang terbaik di dunia saat ini.

Namun terlepas dari itu semua, hal utama yang bisa menjadi modal berharga bagi ONIC di M7 nanti adalah konsistensi mereka dalam bermain. Kemampuan SANZ dkk dalam menjaga konsistensi permainan ini adalah sesuatu yang sangat berharga karena tidak akan mudah untuk bisa dilakukan banyak tim untuk waktu yang sangat panjang.

Apalagi konsistensi ini berbanding lurus dengan prestasi yang berhasil diraih ONIC. Mereka sukses dominasi MPL ID S16 dari awal hingga grand final, di salah satu liga MLBB terbaik di dunia. Bahkan dalam sembilan musim terakhir, SANZ dkk berhasil mendominasi liga dengan meraih tujuh gelar juara.

Salah satu hal yang membuat para pemain ONIC ini mampu menjaga konsistensi mereka tersebut juga disebabkan oleh ambisi mereka meraih gelar juara dunia yang belum mereka cicipi sejauh ini. Artinya, gelaran M7 akan menjadi panggung pembuktian mereka yang berikutnya, berbekal pengalaman dan status sebagai salah satu tim tuan rumah untuk bisa menghadirkan kejayaan.

Alter Ego sebagai simbol kebangkitan dan keberanian menantang status quo

Di ajang M-Series, Alter Ego bukanlah nama baru yang muncul ke dalam peta persaingan. El Familia sudah pernah mencicipi tampil di ajang ini, tepatnya pada gelaran M2 World Championship di Singapura pada 2020.

Setelah penantian selama lima tahun, akhirnya Alter Ego kembali tampil di M-Series untuk kedua kalinya setelah sukses mengejutkan banyak pihak usai mampu menjadi runner-up MPL ID S16. Hal ini terbilang mengejutkan, mengingat materi pemain AE diisi oleh banyak player dengan status young blood dan dan juga rookie di dalam rosternya, yang dipimpin oleh salah satu player paling senior di MPL ID, Nino.

Keberhasilan Alter Ego ini membat mereka seakan menjadi simbol kebangkitan sebuah tim dalam menunjukkan kemampuan dan jati diri. Faktor kebangkitan ini juga bisa menjadi modal yang sangat berharga dan dibutuhkan oleh tim untuk meraih prestasi di M7.

Tak hanya itu, Alter Ego yang dipercaya banyak pihak menyandang status sebagai "kuda hitam" di M7 juga akan menjadi keuntungan tersendiri. Nino dkk akan berada sedikit di luar radar dari perhatian tim-tim dan komunitas tentang siapa tim yang akan menjadi juara untuk membuat mereka melesat untuk menantang status quo dari persaingan M7 yang dipercaya akan menjadi milik tim-tim seperti ONIC, Team Liquid PH, SRG.OG, dan Aurora PH.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image